Liedaoctav's Blog

02/08/2010

SARI DAN SIRUP BUAH

Filed under: Uncategorized — liedaoctav @ 1:57 am

SARI DAN SIRUP BUAH

by :  Maulida Octaviani

1. PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari

dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa

simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk

minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti

manisan, dodol, keripik, dan sale.

Sirup (dari Bahasa Arab شراب sharab, minuman) adalah cairan yang kental dan memiliki kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak memiliki kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Sari buah adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Sirup buah sebagai bahan makanan biasanya yang terkonsentrasi jus dari buah yang lebih murah (apel, pear, atau nanas) yang digunakan untuk mempermanis dan memperluas jumlah produk yang lebih mahal, misalnya ” ‘all-buah’ stroberi menyebar.”Viskositas (kekentalan) sirup disebabkan oleh banyaknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil (OH) pada molekul gula terlarut dengan molekul air yang melarutkannya. Secara teknik maupun dalam dunia ilmiah, istilah sirup juga sering digunakan untuk menyebut cairan kental, umumnya residu, yang mengandung zat terlarut selain gula.

Gula sebagai komoditi

Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).

Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia, Brazil, dan Thailand. Hindia-Belanda, lalu Indonesia, pernah menjadi produsen gula nomor satu sedunia namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan negara-negara Asia Timur.

Lain halnya dengan bit, gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk, Eropa Barat Laut dan Timur, Jepang utara, dan beberapa daerah di Amerika Serikat, musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan, dan cuaca. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut, namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses.

Pengekspor gula terbesar adalah Uni Eropa. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan, penawaran, dan harga. Sebagian dari gula ini adalah gula “kuota” dari industry levies, sisanya adalah gula “kuota c” yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE, atau bersaing dengannya di pasar dunia. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya, hal ini mempunyai efek samping namun, banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen)

Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena), Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah.

Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah, yaitu :

1)    Sari buah encer (dapat langsung diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah, dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir.

2)    Sari buah pekat/Sirup, yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara

pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan

hampa udara, dan lain-lain.

Sirup ini tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air (1 bagian sirup dengan 5 bagian air). Buah-buahan yang sering diolah menjadi sari buah atau sirup antara lain : pala, pisang, jambu biji, mangga, sirsak, wortel, tomat, kueni, markisa, nangka, jahe, asam, hampir semua jenis jeruk, dan lain-lain. Sari buah atau sirup buah dapattahan selama 3 bulan.

2. BAHAN

1) Buah segar ア 5 kg

2) Gula pasir (khusus untuk sirup 1 ¼ kg) 125 gram

3) Asam sitrat 3 gram/liter sari buah

4) Natrium benzoat 1 gram

5) Garam dapur 20 gram

6)Air secukupnya

3. ALAT

1) Pisau

2) Panci email

3) Parutan kelapa

4) Pengaduk

5) Tungku atau kompor

6) Botol dan tutup yang sudah sterilkan

7) Kain saring atau kain blacu

8) Corong

9) Baskom

4. CARA PEMBUATAN

  1. Pilih buah yang telah tua, segar dan masak lalu cuci;
  2. Potong buah menjadi 4 bagian;

Khusus untuk buah pala sebelum dipotong-potong kukus dahulu selama10 menit. Keringkan bijinya untuk dijual sebagai rempah-rempah.

  1. Parut buah hingga menjadi bubur;

Untuk jeruk peras airnya

  1. Tambah air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur;

* Air

Perbandingan sari buah dengan air adalah sebagai berikut :

Buah pala, pisang, jambu biji, mangga, sirsak, kueni, markisa, nangka.

⇒ (untuk 1 liter sari buah campur dengan 3 liter air)

– Buah jeruk

⇒ (untuk 1 liter sari buah campur dengan 1 ½ liter air)

Buah wortel, tomat, jahe, asam

⇒ (untuk 1 liter sari buah campur dengan 2 liter air)

  1. Aduk sampai rata.

Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sari buah (6-9) :

6.    Saring campuran dengan menggunakan kain saring;

  1. Masukkan hasil saringan ke dalam botol dan tutup rapat. Endapan hasil

penyaringan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan dodol, selai, dan

lain-lain;

8.    Masukkan botol yang telah ditutup rapat dalam air mendidih selama 30 menit;

9.    Angkat botol dan segera dinginkan.

Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sirup (10-11) :

10.  Panaskan campuran pada pengerjaan nomor 5 hingga mendidih dan

biarkan sampai agak mengental;

11.  Dalam keadaan panas, saring hasilnya. Setelah dingin segera masukkan

dalam botol. Endapannya bisa langsung digunakan sebagai selai.

  1. 5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN SARI BUAH DAN SIRUP BUAH

diagram alir pembuatan sirup:

http://www.ristek.go.id

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: